Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Ketua BEM Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Farrel Adyatma Izaaz, menyatakan bahwa BEM PNJ tidak akan mengikuti aksi unjuk rasa pada momentum Hardiknas tahun ini. Sikap tersebut diambil sebagai bentuk komitmen organisasi untuk mengedepankan kontribusi nyata melalui kegiatan akademik, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta kolaborasi yang memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan.
Farrel menjelaskan bahwa BEM PNJ saat ini memfokuskan energi organisasi pada penyelenggaraan Matchaholic 2026 (Pameran Eksplorasi MICE PNJ) yang akan berlangsung pada 8–10 Mei 2026 di Lippo Mall Nusantara. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan kreativitas, inovasi, dan kompetensi di bidang Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions (MICE), sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dengan sektor industri.
Menurut Farrel, peringatan Hardiknas seharusnya menjadi momentum untuk menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa melalui karya, inovasi, dan kolaborasi. Oleh karena itu, BEM PNJ memilih menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa dan masyarakat dibandingkan melakukan aksi demonstrasi.
Selain itu, BEM PNJ juga menyampaikan dukungan terhadap pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional serta mendukung Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas nasional. BEM PNJ berharap sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan aparat keamanan dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan pendidikan, inovasi, serta pembangunan bangsa.
Melalui sikap tersebut, BEM PNJ menegaskan komitmennya sebagai organisasi kemahasiswaan yang mengedepankan solusi, kolaborasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Momentum Hardiknas 2026 diharapkan menjadi pengingat bahwa mahasiswa dapat berkontribusi bagi kemajuan bangsa tidak hanya melalui penyampaian aspirasi, tetapi juga melalui karya nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
