Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) secara resmi membuka agenda akbar Akademi Politik (Akpol) III di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (28/5/2026). Agenda strategis yang mempertemukan para pimpinan bidang hikmah, politik, dan kebijakan publik se-Indonesia ini dirancang sebagai inkubator kepemimpinan nasional bagi generasi muda.
Inti dari pelatihan intensif selama empat hari ke depan di Universitas Muhammadiyah Jakarta ini berfokus pada tiga pilar utama: penguatan ideologi dan mentalitas kepemimpinan (leadership mentality), literasi kebijakan publik yang berpihak pada kemaslahatan rakyat, serta pembangunan jaringan strategis nasional (political network). Melalui kurikulum ini, kader IMM digembleng untuk memiliki tradisi berpikir kritis dan tidak antipati terhadap dunia politik.
Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP IMM, Riyan Betra Delza, menegaskan bahwa Akpol III merupakan ikhtiar nyata organisasi dalam melahirkan subjek gerakan yang melek kebijakan dan berintegritas. Di tengah dinamika kebangsaan saat ini, Riyan mengajak seluruh kader untuk mengedepankan cara-cara intelektual yang elegan dan berbasis pada penguatan gagasan.
“Kader IMM harus menjadi subjek yang ikut menentukan arah bangsa melalui koridor pemikiran dan kebijakan yang beradab. Oleh karena itu, kami menegaskan tidak ada aksi unjuk rasa atau gerakan jalanan dalam momentum ini. Orientasi kita sepenuhnya adalah penguatan kapasitas internal, perumusan ide, dan diplomasi gagasan,” ujar Riyan di hadapan para peserta, Kamis (28/5/2026).
Lebih lanjut, Riyan menyampaikan komitmen DPP IMM untuk bersinergi secara positif dalam mengawal agenda-agenda pembangunan nasional. Ia memberikan apresiasi serta dukungan penuh terhadap komitmen Pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan nasional, sekaligus mendukung institusi Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Stabilitas keamanan dan keberlanjutan program strategis pemerintah adalah modal utama bagi bangsa ini untuk maju. IMM mendukung penuh langkah Pemerintah dan institusi Polri dalam menjaga kondusivitas demi ketertiban umum. Melalui Akademi Politik III ini, kami ingin menyumbang solusi konkret dan menjadi mitra dialog yang konstruktif bagi pemerintah, bukan menciptakan kegaduhan di ruang publik,” tambahnya.
Acara pembukaan ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh nasional, termasuk Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latif dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang memberikan pidato kebangsaan mengenai pentingnya orientasi kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil.
