Konten yang diunggah influencer TikTok Kiki Syamsuar melalui akun @kikisyamsuar78 menjadi perhatian warganet setelah menyampaikan dukungan terhadap langkah tegas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menangani kejahatan jalanan, khususnya aksi begal dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Unggahan tersebut muncul di tengah sorotan publik terhadap penindakan aparat kepolisian terhadap seorang terduga begal di Lampung.
Sebelumnya, pada 7 Juni 2026, anggota Polresta Bandar Lampung melakukan tindakan tegas terhadap seorang terduga begal berinisial JI yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Berdasarkan keterangan kepolisian, pelaku berupaya melarikan diri dan melukai petugas saat proses pemeriksaan. Setelah tembakan peringatan tidak diindahkan, petugas melakukan tindakan tegas dan terukur. JI kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung, namun dinyatakan meninggal dunia setelah kondisinya menurun. Polisi menyatakan kasus tersebut masih terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan begal bersenjata api yang diduga melibatkan pelaku.
Dalam unggahannya, Kiki Syamsuar menggunakan fitur Stitch terhadap video milik akun @Sebuah peristiwa dengan menampilkan teks overlay bertuliskan, “mantap pak polisi, terkhusus utk begal ratakan. kami masyarakat yg waras mendukung 👍🙏”. Pada bagian caption, ia menuliskan, “#stitch dengan @Sebuah peristiwa #khusus utk begal ratakan pak polisi mantap”, menggunakan audio asli dari akun tersebut.
Pesan yang disampaikan dalam video menunjukkan dukungan terhadap langkah aparat kepolisian dalam melakukan penegakan hukum terhadap pelaku begal yang dinilai telah meresahkan masyarakat. Unggahan tersebut juga mencerminkan harapan agar tindakan aparat mampu memberikan efek jera sekaligus meningkatkan rasa aman bagi masyarakat.
Berdasarkan pemantauan terhadap kolom komentar, mayoritas warganet memberikan respons positif terhadap unggahan tersebut. Sebagian besar komentar menyampaikan dukungan terhadap tindakan tegas aparat kepolisian dalam memberantas kejahatan jalanan, serta berharap penegakan hukum terhadap pelaku begal dilakukan secara konsisten sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Di sisi lain, kasus penindakan terhadap terduga begal di Lampung juga kembali memicu diskusi publik mengenai efektivitas penegakan hukum terhadap kejahatan jalanan dan pentingnya menjaga keseimbangan antara ketegasan aparat serta prinsip-prinsip prosedur hukum dalam setiap tindakan kepolisian
