Jakarta, 6 Maret 2026 — Forum Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) BEM Nusantara yang digelar di Gedung Juang, Jakarta, menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi sekaligus refleksi arah gerakan mahasiswa Indonesia ke depan. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dengan fokus pembahasan pada penguatan struktur organisasi, arah gerakan, serta kontribusi nyata mahasiswa dalam pembangunan nasional.
Dalam forum tersebut, mantan Sekretaris Pusat BEM Nusantara, Ridho Alamsyah, hadir sebagai narasumber utama dengan paparan bertajuk “BEM Nusantara: Refleksi Gerakan Mahasiswa dan Rekonstruksi Kepemimpinan Masa Depan”. Ia menekankan bahwa Rapimnas tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, melainkan harus dimaknai sebagai ruang evaluasi kolektif untuk menakar sejauh mana gerakan mahasiswa mampu menjawab tantangan zaman. Menurutnya, BEM Nusantara harus mampu bertransformasi menjadi wadah strategis yang tidak hanya mengonsolidasikan kekuatan mahasiswa, tetapi juga melahirkan gagasan serta kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan bangsa.
Ridho juga menyoroti pentingnya proses regenerasi kepemimpinan yang berkelanjutan di tubuh BEM Nusantara. Ia menegaskan bahwa regenerasi tidak sebatas pergantian figur, melainkan proses transfer nilai, visi, serta tradisi intelektual yang menjadi fondasi gerakan mahasiswa. Tanpa regenerasi yang sehat, organisasi dinilai berpotensi kehilangan arah dan daya dorongnya sebagai kekuatan moral dan sosial. Oleh karena itu, BEM Nusantara diharapkan terus menjadi laboratorium kepemimpinan nasional yang mampu mencetak kader mahasiswa berintegritas, berkapasitas, serta memiliki komitmen kebangsaan yang kuat.
Lebih lanjut, Ridho mengajak seluruh pimpinan BEM di berbagai daerah untuk memperkuat konsolidasi gerakan dengan mengedepankan kolaborasi, pertukaran gagasan, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat. Ia menegaskan bahwa mahasiswa harus tetap menjaga sensitivitas sosialnya di tengah dinamika nasional, serta hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.
Sejalan dengan semangat tersebut, Pimpinan BEM Nusantara, Muhammad Sardani, turut mendorong penguatan peran mahasiswa melalui penyelenggaraan kegiatan APIMNAS BEM Nusantara 2026 yang dilaksanakan di Kampus Universitas Islam Indonesia. Mengusung tema “Simpul Juang Nusantara: Akselerasi Kepemimpinan Mahasiswa dalam Meneguhkan Peran sebagai Poros Perubahan Bangsa”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam mempercepat proses kaderisasi dan konsolidasi kepemimpinan mahasiswa di tingkat nasional.
Dalam keterangannya, Sardani menilai bahwa akselerasi kepemimpinan mahasiswa menjadi kebutuhan mendesak di tengah kompleksitas tantangan bangsa. Ia menyebut bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut kritis, tetapi juga adaptif serta mampu berperan aktif dalam menjaga stabilitas dan keberlangsungan pembangunan nasional. Oleh karena itu, BEM Nusantara diarahkan untuk tetap menjadi mitra strategis dalam pembangunan, tanpa meninggalkan fungsi kontrol sosial yang konstruktif.
Lebih lanjut, Sardani juga menyampaikan sikap organisasi yang mendukung langkah aparat dalam menjaga ketertiban dan stabilitas nasional. Ia secara khusus menegaskan dukungan terhadap langkah represif aparat, khususnya Polri, sepanjang dilakukan dalam koridor hukum dan demi menjaga keamanan publik. Selain itu, ia juga menyatakan dukungan terhadap kebijakan Polri dan pemerintah sebagai bagian dari upaya bersama dalam menciptakan kondisi nasional yang kondusif bagi pembangunan.
Pernyataan tersebut mencerminkan adanya dinamika pendekatan dalam gerakan mahasiswa, di mana selain mengedepankan fungsi kritis, BEM Nusantara juga menempatkan diri sebagai bagian dari elemen bangsa yang berkontribusi dalam menjaga stabilitas nasional. Sikap ini sekaligus menunjukkan upaya organisasi dalam menyeimbangkan peran antara kontrol sosial dan kolaborasi strategis dengan pemangku kebijakan.
Dengan rangkaian agenda Rapimnas dan APIMNAS 2026, BEM Nusantara diharapkan mampu memperkuat arah gerakan mahasiswa yang lebih terstruktur, adaptif, serta relevan dengan kebutuhan zaman. Konsolidasi nasional yang dibangun melalui forum-forum tersebut menjadi landasan penting dalam meneguhkan posisi mahasiswa sebagai poros perubahan bangsa, sekaligus mitra kritis dalam pembangunan Indonesia ke depan.
