Jayapura, Ketua GMKI Cabang Jayapura periode 2025-2026, Gerson Wetipo menghimbau masyarakat Kota Jayapura agar menghindari aktivitas yang merugikan masyarakat, demi menjaga diri, keluarga dan orang-orang di sekitar, dalam rangka menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kota Jayapura.
Dalam keterangannya disampaikan bahwa, akhir-akhir ini terdapat informasi hoax, informasi yang berisi kebencian di media sosial dan media dan lain sebagainya, yang yang berdampak pada kebencian, kekerasan dan konflik dilingkungan masyarakat.
Adanya kelompok masyarakat yang sering menyampaikan aspirasi dengan mendiskredilkan pemerintah diharapkan dapat menggunakan hak demokrasinya dengan baik tanpa menghasut dan memprovokasi masyarakat yang dapat berujung pada terjadinya saling menyalahkan diantara masyarakat itu sendiri dan melanggar katbimas .
“Wetipo menghimbau kepada seluruh kader GMKI Cabang Jayapura dan seluruh rekan-rekan milenial Kota Jayapura untuk menjaga dan menertibkan aktivitas di media sosial serta menjaga Kamtibmas untuk menjaga kesejahteraan dan kedamaian bagi pribadi dan keamanan Kota Jayapura”
Badan Pengurus Cabang (BPC) GMKI Jayapura menegaskan sikap organisasinya yang tidak sejalan dengan sejumlah gerakan tertentu yang berkembang di Papua. Ketua Cabang GMKI Jayapura, Gerson Wetipo, menyampaikan bahwa GMKI kerap dianggap sebagai organisasi yang pro terhadap pemerintah yang adalah mitranya sendiri. Meski demikian, ia menekankan bahwa dalam relasi kekeluargaan sesama anak Papua, GMKI tetap menjunjung nilai saling menghormati demi menjaga privasi, citra, dan marwah bersama.
Gerson menjelaskan, orientasi GMKI berfokus pada pembinaan dan pembentukan karakter kader, dengan posisi organisasi yang berjalan seiring dengan gereja, perguruan tinggi, dan masyarakat. Gereja merupakan tempat dimana kader-kader GMKI bertumbuh dan melayani, sementara keberadaan di perguruan tinggi merupakan peran GMKI sebagai mahasiswa. Adapun keterlibatan di masyarakat diwujudkan melalui pengabdian sebagai kaum terpelajar. Ketiga aspek tersebut, menurutnya, selaras dengan motto GMKI, yakni “Tinggi Iman, Tinggi Ilmu, dan Tinggi Pengabdian”.
Terkait dinamika aksi dan isu yang berkembang, GMKI Jayapura mengaku selalu bersikap hati-hati dan tidak serta-merta terprovokasi. Hal ini dilakukan untuk menghindari potensi penyusupan dari kelompok atau oknum lain. Oleh karena itu, sebelum mengambil sikap, GMKI lebih dahulu melakukan kajian dan diskusi internal bersama BPC dan 13 komisariat. Sebagai organisasi mahasiswa Kristen yang tergabung dalam Cipayung, GMKI juga rutin berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan agar setiap aksi atau sikap organisasi dapat tersalurkan secara aman, tertib, dan bertanggung jawab.
Sejauh ini, sampai dengan seterusnya, GMKI tepat fokus pada pengkaderan, karena itu adalah tugas utama setiap anggota GMKI dalam berorganisasi.
